1.

Archive for April, 2009

sakaratul maut

Mati adalah suatu KEPASTIAN …
Kita lari pun dia kan selalu menjemputmu dengan pasti…

Firman Allah:
”Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu LARI daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan MENEMUI kamu, kemudian kamu akan DIKEMBALIKAN kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia BERITAKAN kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS 62:8)
”Dan DATANGLAH sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu SELALU LARI daripadanya.” (QS 50:19)

Tetapi ….ada yang TAKUT, ada juga yang TENANG dengan SAKARATUL MAUT….
Firman Allah:
” Hai jiwa yang TENANG…. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan HATI yang PUAS lagi DIRIDHOI-Nya. Maka masuklah ke dalam JAMA’AH HAMBA-HAMBA-Ku, dan masuklah ke dalam SURGA-Ku.” (QS 89:27-30)

KETAKUTAN dan KETENANGAN menghadapi SAKARATUL MAUT
tergantung kita memahami DUNIA dan AKHIRAT,
serta PERSIAPAN PERBEKALAN kita …

” Manusia yang paling CERDAS ialah yang TERBANYAK MENGINGAT KEMATIAN, serta YANG TERBANYAK PERSIAPANNYA untuk MENGHADAPI KEMATIAN itu.
Mereka itulah yang BENAR-BENAR CERDAS, dan mereka akan pergi ke ALAM BAKA dengan membawa KEMULIAAN DUNIA serta KEMULIAAN AKHIRAT.
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim)

Orang bijak berkata:
”Aku heran terhadap orang yang MENYAMBUT dunia
yang sedang PERGI meninggalkannya,
tetapi BERPALING dari akhirat
yang sedang berjalan MENUJU KEPADANYA.”

Bagaimana agar pada waktu Malaikat Maut menjemput kita,
dan pada waktu kita mengalami Sakaratul Maut kita bisa TENANG
dengan mengucapkan kalimat LA ILAAHA ILLALLAH…..

Menurut para ahli, pada saat sakaratul maut,
yaitu pada saat ROH sudah sampai tenggorokan,
maka INGATAN, AKAL dan ILMU akan HILANG;
yang berfungsi hanyalah ALAM BAWAH SADARNYA.
Maka dari itu….
Kita harus SELALU MENGINGAT Allah
dan MENCINTAI-Nya sampai ke dalam LUBUK HATI kita…

Aku mau tidur….INGAT Allah, ….bangun tidur……INGAT Allah
Aku mau makan….INGAT Allah…..selesai makan…..INGAT Allah
Mau mandi….INGAT Allah
Mau kerja…..INGAT Allah
Sedang sehat INGAT Allah
Sedang sakit INGAT Allah
Mau dan sedang apapun…. kalau kita selalu INGAT Allah,
Maka ….
Kita mau Mati pun INGAT Allah….
Bisa mengucap……”LA ILAAHA ILLALLAH….”

Karena rasa sakit yang sangat, seolah-olah ditusuk oleh 300 pedang…
Kita pun secara OTOMATIS….
Menyebut Nya…..
Memanggil-Nya….
Dan meminta pertolongan dan perlindungan-Nya…
Bahkan Allah pun akhirnya mengirim Malaikat Maut yang Rupawan dan Harum..
Menjemput kita dengan senyum ….
Dan mengeluarkan RUH kita dengan lembut…
seperti menuang air dari Teko ke Gelas…
Kita pun disambut oleh para Malaikat dengan ucapan Selamat..
Di kubur pun sudah diperlihatkan taman-taman Surga….

Ya Allah….
janganlah SEDETIKPUN Engkau lepas dari Ingatanku…
Karena jiwaku selalu ada dalam GENGGAMAN-Mu….
Berilah kami kesempatan BERTAUBAT sebelum mati…
Berilah RAHMAT-Mu pada waktu Sakaratulmaut…
Berilah AMPUNAN-Mu …bahkan setelah kematian…
Ya Allah …
LUNAKKANLAH dalam Sakaratul maut kami…
HIASILAH kuburan kami dengan taman-taman SURGA-Mu…
Dan kami BERLINDUNG dari dahsyatnya siksa api NERAKA…
Engkaulah sebaik-sebaik Pelindung…
Engkaulah sebaik-baik Penolong…

hikmah penciptaan

Sekiranya manusia merenungkan keagungan kekuasaan-Nya
dan luas nikmat-Nya,
tentu mereka sudah kembali ke jalan yang benar dan takut akan azab & hukuman;
tetapi hati mereka berpenyakit dan mata tak dapat membedakan.

Tidakkah mereka melihat hal-hal kecil yang telah diciptakan-Nya ?
Bagaimana Dia memperkuat jaringan, membuka pendengaran, penglihatan dan membuat tulang dan kulit ?

Lihatlah semut dengan tubuhnya yang kecil dan bentuknya yang halus.
la hampir tak terlihat di sudut mata, tak terbayangkan—betapa ia berjalan di bumi dan menggunakan rezekinya.
la membawa butiran ke lobang dan menyimpan di tempat kediamannya.
la mengumpul selama musim panas untuk musim dingin dan selagi kuat untuk masa sulit.
Rezekinya terjamin dan diberi makan menurut layaknya.
Allah Yang Maha Pemurah tidak melupakannya dan tidak terenggut haknya walaupun ia berada di batu kering atau karang yang terjal.
Apabila kita memikirkan tentang jalan pencernaan semut dengan bagian-bagiannya, selaput pada perutnya, lalu mata dan telinga di kepalanya maka kita akan takjub tentang penciptaan-Nya dan akan merasakan kesulitan dalam menggambarkannya.
Maha Tinggi Dia yang membuat berdiri pada kaki-kakinya dan memperjalankan semut pada tiang-tiang.

Tak ada sekutu yang turut beserta-Nya dalam memulai dan tak ada sesuatu yang kuasa membantu dalam penciptaan-Nya.
Apabila kita berimajinasi dan mencapai ujungnya, hal itu tak akan membawa ke mana-mana kecuali bahwa Pencipta semut itu adalah sama dengan Pencipta kurma, karena segala ciptaan-Nya mempunyai kehalusan dan detail yang setara, dan setiap makhluk juga mempunyai perbedaan uniknya.
Dalam ciptaan-Nya, yang besar, yang halus, yang berat, yang ringan, yang kuat, yang lemah, semuanya menunjukan kesamaan kualitas.

Demikian pula langit, udara, angin, dan air.
Lihatlah matahari, bulan, hewan, tanaman, air, batu, perbedaan malam dan siang, mengalirnya sungai-sungai, gunung-gunung, tingginya puncak-puncak, perbedaan bahasa-bahasa dan keaneka-ragaman lainnya.

Maka celakalah orang yang tidak mengimani Yang Maha Pengatur dan menolak Yang Maha Penguasa.
Seolah-olah bahwa mereka adalah seperti padang rumput yang tak ada pemelihara dan tak ada yang membuat bentuknya yang aneka ragam.
Mereka tidak bersandar pada sesuatu argumen yang kuat atas pendangan mereka dan tak ada pula penelitian atas apa yang mereka dengar.
Mungkinkah ada bangunan tanpa pembangun atau pelanggaran tanpa ada yang melanggar?

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut UKURAN. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang KAMU SEKALI-SEKALI BUKAN PEMBERI RIZKI KEPADANYA. Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah KHAZANAHNYA; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan UKURAN yang tertentu. Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali-kali BUKANLAH KAMU yang menyimpannya. Dan sesungguhnya BENAR-BENAR KAMIi-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.” (QS.15 Al Hijr :16-23)

Perhatikan juga tentang belalang.
Allah memberikan kepadanya dua mata, membuatkan telinga yang kecil, membukakan mulut yang sesuai, memberikan indera yang peka, memberikan kepadanya gigi untuk memotong dan dua kaki seperti arit untuk menggenggam.
Para petani takut kepada kumpulan belalang karena tak dapat mengusirnya sekalipun mereka bergabung menghadapinya.
Belalang menyerang ladang dan memuaskan hasratnya walaupun badannya tak sebesar jari.

Mahasuci Allah yang dihadapan-Nya setiap yang di langit atau di bumi tunduk bersujud dengan sukarela atau terpaksa, menyerah kepada-Nya dengan menyungkurkan pipi dan wajahnya, jatuh ke hadapan-Nya dalam ketaatan, tunduk dan merendah, dan menyerahkan kendali penuh dalam ketakutan dan kekhawatiran.
Burung-burung terikat pada perintah-perintah-Nya. la mengetahui jumlah bulu dan napas mereka. Allah telah membuat kaki mereka berdiri di air maupun di darat. la menetapkan rezeki mereka.
Dia menetapkan jenis-jenisnya: ini gagak, ini elang, ini merpati, ini burung unta. Dia memanggil setiap burung dengan namanya dan menyediakan rezekinya.
Dia menciptakan awan-awan yang berat dan menghasilkan darinya hujan yang lebat dan menyebarkannya di berbagai bagian bumi. la membasahkan tanah setelah kering dan menumbuhkan tumbuhan darinya.

“Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan bayang-bayang; dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-lahan. Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. Dialah yang meniupkan angin pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).”
(QS.25 Al furqan : 45-48)

gerbang dunia

Seorang hamba Allah turun dari gunung berkelana melewati beberapa desa.
Di desa pertama dia melihat rumah kosong yang penuh dengan emas.
Kemudian iblis menggodanya,”Ayo curi! Itulah yang akan membuatmu kaya!”
Tapi si hamba Allah menjawab ,”Tidak sebab rumahku sangat dekat!”

Didesa kedua , hamba Allah itu melihat seorang wanita penghibur sedang duduk diatas sebuah batu sambil tersenyum menggoda.
Iblis lalu membujuk, “Ayo dekati! Itulah yang akan menyenangkan tubuhmu!”
Tapi, sihamba Allah menjawab, “Tidak sebab rumahku sangat dekat!”

Didesa ketiga , hamba Allah itu melihat perselisihan antara dua kelompok.
Kemudian hamba Allah itu diminta untuk menjadi saksi atas mereka.
Iblis kembali menggodanya, “Ayo dusta! Tidak ada kerugian bagimu kalaupun engkau berdusta atas mereka!”
Tapi si hamba Allah menjawab, “Tidak, sebab rumahku sudah dekat!”

Begitu seterusnya sampai desa keseratus hingga membuat iblis heran,
katanya, “Engkau selalu menolak godaanku dan mengatakan kalau rumahmu sudah dekat. Tapi aku sudah mengikutimu sampai desa yang keseratus dan engkau masih juga berkelana. Sesungguhnya dimana rumahmu?”
Lalu hamba Allah itu menjawab, “Ketahuilah, RUMAHKU adalah KUBUR dan GERBANGNYA adalah KEMATIAN. Aku katakan dia sangat dekat karena aku tidak pernah tahu kapan aku akan masuk kedalam rumahku itu. Boleh jadi saat aku berbuat dosa, kematian datang menjemput. Oleh karena itu, aku selalu ingat pada kematian dan takut untuk mengikuti godaanmu.”

Iman Al-Ghazali pernah bertanya kepada muridnya, “Apakah yang paling dekat dalam hidup ini? Ternyata jawabnya adalah kematian karena kita tidak pernah tahu kapan kematian itu datang.
Tidak ada yang bisa menjamin kalau diri kita masih hidup besok pagi, atau bahkan 5 menit kedepan.
Kematian datangnya tiba-tiba tanpa permisi. Tidak sedikit orang meninggal diatas perut wanita penghibur saat sedang berzina , meninggal saat minum minuman keras dan saat mengkonsumsi narkoba.
Naudzubillahi minzalik.

Rasulullah SAW bersabda, “Orang paling cerdas adalah orang yang selalu ingat akan kematian. “mengapa?”
Karena ingat pada kematian inilah yang akan membuat seseorang takut melakukan perbuatan dosa.
Inilah benteng didunia dari berbuat dosa karena takut jika kematian ternyata datang menjemput dirinya saat dia sedang berbuat dosa.
Seperti cerita hamba Allah tersebut yang enggan mengikuti godaan iblis karena dia tahu bahwa malaikat Izrail (malaikat maut) senantiasa mengintai dirinya, diapun senantiasa menjaga dirinya dari berbuat dosa.

Powered by WordPress | Free WordPress News Theme by Free WordPress Themes | Thanks to Premium Themes and WordPress 3 Themes